Selamat datang di blog dea ayunda,,, di http://deaayunda.blogspot.com/ ,,, maaf klo banyak kekurangan :)
Jumat, 06 November 2009
Long distance relationship……
Apalagi banyak orang bilang kalau long distance seperti ini nggak akan bertahan lama. dan biasanya hub tersebut renggang karena kurangnya komunikasi. gw juga dulu pernah mengalami hub kayak gini. dan hubungan kita cuma bertahan 6 bulan doank dan penyebabnya sich kurangnya komunikasi., dimana gw sibuk kuliah n dia sibuk kerja…
Tapi nggak semua hubungan jarak jauh itu juga jelek.. mungkin dengan hubungan seperti ini kita bisa menguji seberapa besar kepercayaan dan kesetiaan kita kepada seseorang dan juga intensnya komunikasi selama berhubungan jarak jauh.
Buat yang sekarang sedang berhubungan jarak jauh jangan sedih dulu. masih banyak cara qo untuk mengusir kejenuhan selama berhubungan jarak jauh.
Do’s :
* Cari kesibukan lain, atau lakukan aktivitas bermanfaat agar kamu tidak terlalu sedih berhubungan jarak jauh dengan dia.
* Jaga hubungan baik dengan keluarganya.
* Jaga komunikasi dengan dia jangan sampai terputus. usahakan terbuka satu sama lain.
* be patient…. (sabar) ntar kaau sudah waktunya kalian juga pasti ketemu.
Don’ts
* jangan pernah mengundang orang ketiga masuk ke dalam hubungan kalian.
* kalau sedang ada masalah segera bicarakan. jangan menggantung masalah sampi berlarut2. cari penyelesaian dari setiap masalahmu dan dia.
* Jangan menutup telpon jika sedang bertengkar.
* jangan pernah menghitung hari. ini hanya akan membuatmu semakin tersiksa. lebih baik jalani saja apa adanya.
Intinya kepercayaan, komunikasi dan saling terbuka satu sama lain akan membuat hubungan jarak jauh kamu dan dia makin erat dan lancar.
so are you ready for long distance relationship??????
10 cara Meredam Sakit Hati………..(akibat putus CinTa)
1. Terima saja keaadan ini, dan tak usah berusaha memenangi pertarungan cinta ini. slowly but sure, lupakan dia….
2. Jangan pernah kembali kepada orang yang pernah berkhianat. penyakit ini biasanya akan kambuh berulang xxxxx
3. bersenang2lah dengan sahabat selain untuk melupakan sosoknya, juga untuk mencari pendapat orang lain soal masalah percintaan yang tengah dihadapi
4. Merenunglah sejenak, dan kumpulkan lagi semangat baru. ingatlah , dunia tak selebar daun kelor …
5. Jangan pernah mencoba, bahkan berpikir untuk menemuinya. anda hanya akan mempermalukan diri sendiri.
6. Buang Barang2 pemberiannya. biar kamu tidak teringat terus kepadanya.
7. Jangan pernah juga mengizinkannya menemuimu, ingatlah, semuanya sudah berakhir
8. Lakukan hal apa saja yang bisa membuat kamu lupa padanya.
9. Jangan pernah menyalahkan diri sendiri atas bubarnya hubungan kamu. kalau dia meninggalkan kamu itu sudah menjadi keputusannya.
10. Jangan percaya kata2nya kalau dia dan kamu akan berteman baik setelah kalian bubar… hubungan itu tidak akan pernah berhasil.
Jadi tak ada gunanya meratapi pengkhianat Cinta……….. ayo semangat….Life goes on
Hidup berjalan terus….
Jumat, 23 Oktober 2009
PUTUS…?? Hii…Takuut..!!
Dalam sebuah hubungan, yang namanya berusaha untuk membuat segala hal berjalan lancar, awet dan abadi tentu saja idaman semua orang. Rasanya hepi banget deh kalau kita punya pacar yang sangat kita sayangi dan menyayangi kita. Segala sesuatu bisa dibicarakan dengan baik, saling menghargai, idealisme dan prinsipnya tidak saling bertentangan dsb..dsb. Tapi ternyata tidak semua hubungan bisa seindah dan semulus yang kita harapkan. Ternyata tidak gampang mencari orang yang bener bener cocok sama kita. Cocok sih enggak harus semuanya sama dengan kita ya, tapi justru yang bisa saling melengkapi, mendukung dan menghargai. Dalam masa pacaran banyak dikatakan sebagai upaya untuk menemukan orang yang cocok dijadikan teman hidup (suami atau istri) di kemudian hari. Nah, kalau dalam proses penjajagan ini ternyata dia bukan orang yang cocok, tidak ada salahnya kita memberikan kesempatan kepada diri kita dan pasangan kita untuk cari yang lain. Ukuran cocok ini sangat individual. Maksudnya adalah ukurannya ditentukan oleh kita sendiri. Lebih kaya, lebih ganteng, atau lebih cantik, lebih pinter, belum tentu lebih cocok dengan kepribadian kita. Siapa tahu yang lebih cocok dengan kita adalah orang yang selama ini belum pernah kita bayangkan.
Nah kalau kita udah bikin daftar ketidak cocokan dan ternyata kesimpulan mengatakan bahwa hubungan kita masuk kategori tidak cocok sama sekali, maka langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana caranya mengakhiri hubungan ini. Pertama yang harus dilakukan adalah mengajak dia bicara mengenai ketidak cocokan ini (kalau emang kalian berdua enggak cocok, tentu dia juga bisa ngerasain kalau hubungan udah enggak sehat lagi). Kalau dia selama ini oke oke aja, alias cuman kamu aja yang merasa “gerah” berpacaran sama dia, dia juga mesti tahu. Karena sangat tidak adil bagi dia kalau membiarkan cintanya bertepuk sebelah tangan tanpa dia sendiri tahu. Dia kemungkinan besar akan sedih atau bahkan shock dengan kenyataan ini, tapi lebih baik begitu daripada semuanya berlarut larut. Itu kalau kita yang mutusin ya, terus gimana dong kalau kitanya yang diputusin? Ya…sama aja..paling juga kita kaget, sedih, shock, marah, benci, stress berat dll…..(duh serem amaat..) bahkan ada juga lho yang depresi, putus asa, bunuh diri, atau akibat lain yang serem serem. Begitu hebatnya dampak yang bisa terjadi gara gara putus cinta, maka kalau hal ini menerpa kita, kita butuh yang namanya manajemen putus cinta.
Salah satu reaksi yang mungkin sekali timbul ketika hubungan yang terjalin sudah tidak dapat di pertahankan lagi adalah penolakan terhadap kejadian ini. Perasaan bahwa sudah berbuat yang paling baik selama membina hubungan terkadang malah menghambat untuk berfikir obyektif mengenai sebab musabab mengapa hal tersebut harus terjadi. Penolakan adalah satu reaksi yang normal bagi siapapun yang mengalami putus hubungan dengan pasangan yang dicintainya. Akan tetapi tentu saja ini bukan hal yang sehat. Karena mau tidak mau sepahit apapun rasanya hal ini harus kita terima sebagai kenyataan.
Sedih adalah hal yang wajar.
Namanya juga kehilangan, perasaan sedih pasti kita rasakan. Kalau enggak sedih berarti kita sebelumnya mungkin emang enggak sayang sama mantan pacar. Jadi enggak perlu ditolak perasaan sedih, karena justru kalau kita lawan dan tekan, proses “penyembuhan” akan semakin lama. Kalau perlu beri batasan waktu sampai kapan diri kita boleh bersedih ria. Setelah itu semuanya dimulai lagi lembaran baru.
Menghilangkan jejak.
Kalau setiap kali ngelihat hal hal yang berkaitan dengan si dia misalnya, barang barang pemberiannyanya, foto dia, tempat tempat yang pernah kalian pakai buat pacaran, dll. bikin hati kamu berdarah lagi, maka kamu perlu menghilangkan jejak dia. Kalau perlu singkirkan semua barang barang tersebut, sementara enggak usah ketempat tempat “bersejarah” dulu, dan mulai membiasakan diri melalui hari harimu berlalu tanpa “bayangan” dia.
Jangan sendirian.
Kalau kita lagi sendirian, biasanya pikiran bisa melayang kemana mana. Kalau lagi patah hati sebaiknya nggak usah sering sering sendirian, terutama kalau pikiran lagi jutek mikirin nasib yang “malang”. Berada dilingkungan banyak temen yang perhatian sama kita ternyata sangat membantu lho. Paling tidak kita bisa ngobrolin hal hal yang enggak ada hubungannya sama si “heart breaker”. Atau melakukan aktifitas yang menyenangkan
Mending Curhat.
Curhat ke temen yang bisa dipercaya dan sharing semua perasaan dan kesedihan kita juga sangat bermanfaat untuk meringankan beban di dada. Adanya temen yang bersedia jadi “tempat sampah” membuat kita merasa didukung, terhibur, dan enggak merasa sendirian. Kamu enggak butuh nasehat, yang dibutuhkan adalah temen yang sabar dan menjadi pendengar yang baik.
Mulai berpikir positif.
Bagaimanapun juga toh akhirnya kalian sadar bahwa kalian enggak cocok jalan terus. Masih mending ketidak cocokan ini ketahuan dan dirasakan sekarang, dan enggak nunggu sampai kalian menikah. Dan memang seringkali rencana kita memang berbeda dengan rencana yang dibuat Tuhan untuk kita. Tidak semua yang kita inginkan akan menjadi kenyataan. Tapi kita perlu tahu bahwa rencana Tuhan pasti lebih baik dari yang kita rencanakan.
Senangkan dirimu.
Udah deh enggak usah lagi terlalu mengasihani diri sendiri. Kalau kalian emang akhirnya putus, ya berarti memang itu adanya, dan bukan karena kamu jelek, kurang baik, kurang bermutu, kurang ini, kurang itu. Enggak cocok ya enggak cocok. Nah kamu bisa meningkatkan harga diri dan percaya dirimu dengan menyenangkan dirimu sendiri. Coba pergi ke salon untuk creambath, misalnya, sehingga rambut dan kepalamu bersih , wangi dan rileks, atau beli baju baru, makan di tempat yang enak, beli cd / kaset baru, atau apapun (yang positif tapi ya!) yang bisa bikin kamu seneng.
Nah temen temen, itu tadi sedikit kiat kiat yang menjadi bagian dari “Manajemen Putus cinta”. Tentu saja kamu bisa cari sendiri hal hal yang paling cocok dengan situasi dan kondisimu, tapi yang paling penting adalah bahwa jangan takut putus kalau memang kita bener bener nggak nyaman dengan hubungan pacaran kita, karena dalam upaya mencari kecocokan untuk sebuah hubungan yang lebih jauh (pernikahan) kita perlu cermat dan bijaksana dalam menentukan pilihan.
Rabu, 19 Agustus 2009
KEKERASAN DALAM PACARAN (KDP)
Sebenarnya apa sih yang dimaksud kekerasan dalam pacaran?
Perilaku atau tindakan seseorang dapat digolongkan sebagai tindak kekerasan dalam percintaan/ pacaran apabila salah satu pihak merasa terpaksa, tersinggung dan disakiti dengan apa yang telah dilakukan oleh pasangannya baik dalam hubungan suami istri atau pada hubungan pacaran.
Kadang hal ini banyak juga yang menyangkal, apa ada kekerasan dalam pacaran? Apapun yang dilakukan orang dalam pacaran itu khan atas dasar suka sama suka, awalnya saja dari ketertarikan, nggak luculah kalo sampai muncul kekerasan . Tapi jangan salah, kasus kekerasan dalam pacaran memang ada dan ini juga bukan lelucon. Memang benar kasus – kasus kekerasan dalam pacaran ini kurang terexpose, so nggak heran kalo masih banyak yang nggak percaya.Nah biar nggak penasaran kita simak saja seperti apa sebenarnya makhluk yang bernama kekerasana dalam pacaran ini.
Suatu tindakan dikatakan kekerasan apabila tindakan tersebut sampai melukai seseorang baik secara fisik maupun psikologis, bila yang melukai adalah pacar kamu maka ini bisa digolongkan tindak kekerasan dalam pacaran. Tindakan melukai secara fisik misalnya dengan memukul, bersikap kasar, perkosaan dan lain – lain, sedangkan melukai secara psikologis misalnya bila pacarmu suka menghina kamu, selalu menilai kelebihan orang lain tanpa melihat kelebihan kamu, , cemburu yang berlebihan dan lain sebagainya. Namun bentuk kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan seksual bisa berupa pelecehan seksual secara verbal maupun fisik, memaksa melakukan hubungan seks, dlsb.
Menghadapi kekerasan dalam pacaran seringkali lebih sulit bagi kita, karena anggapan bahwa orang pacaran pasti didasari perasaan cinta, simpati, sayang dan perasaan perasaan lain yang positif. Sehingga kalau pacar kita marah marah dan membentak atau menampar kita, kita pikir karena dia memang lagi capek, lagi kesel, bad mood atau mungkin karena kesalahan kita sendiri, sehingga dia marah. Hal klasik yang sering mucul dalam kasus kekerasan dalam pacaran adalah perasaan menyalahkan diri sendiri dan merasa “pantas” diperlakukan seperti itu. Pikiran seperti “ah mungkin karena saya memang kurang cantik, sehingga dia sebel”, atau “ mungkin karena saya kurang perhatian sama dia” , “ mungkin karena saya kurang sabar” dan lain lain, sehingga dia jadi “ketagihan” merendahkan dan melakukan terus kekerasan terhadap pasangannya.
Faktor pemicu kekerasan dalam pacaran
Pengaruh keluarga sangat besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Masalah – masalah emosional yang kurang diperhatikan oleh orang tua dapat memicu timbulnya permasalahan bagi individu yang bersangkutan di masa yang akan datang. Misalkan saja sikap kejam dari orang tua, berbagai macam penolakan dari orang tua terhadap keberadaan anak, dan juga sikap disiplin yang diajarkan secara berlebihan. Hal – hal semacam ini akan berpengaruh pada model peran ( role model ) yang dianut oleh anak tersebut pada masa dewasanya. Bila model peran yang dipelajari sejak kanak – kanak tidak sesuai dengan model yang normal atau model standart, maka perilaku semacam kekerasan dalam pacaran inipun akan muncul. Banyak sekali bukti yang menunjukkan hubungan antara perilaku orangtua dengan kepribadian anak di kemudian hari. Rata rata pelaku kekerasan dalam rumah tangga pada masa kecilnya sering mendapat atau melihat perlakukan yang kasar dari orangtuanya, baik pada dirinya, saudaranya, atau pada ibunya. Walaupun secara logika dia membenci perilaku ayahnya, akan tetapi secara tidak sadar perilaku itu terinternalisasi dan muncul pada saat dia menghadapi konflik.Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penerapan disiplin yang berbeda antara ayah dan ibu. Perbedaan yang terlalu mencolok, misal ayah terlalu keras, sementara ibu terlalu lemah, akan mempengaruhi nilai – nilai yang dianut, kontrol diri dan perilaku yang akan ditampilkannya secara konsisten sepanjang hidupnya.
Lingkungan sekolah
Oleh masyarakat , sekolah dipandang sebagai tempat anak belajar bersosialisasi, dan memperoleh pendidikan dan ketrampilan untuk dapat hidup dengan baik di masyarakat. Sayangnya yang kurang disadari adalah kenyataan bahwa di sekolah pulalah individu bersosialisasi dengan anak – anak lain yang berasal dari latar belakang yang beraneka. Bila seseorang ini, tidak mampu menyesuaikan diri , maka akan muncul konflik dalam diri. Bila ia tidak mampu melakukan kontrol diri maka akan cenderung memicu perilaku agresif diantaranya berbentuk kekerasan dalam pacaran (KDP).
Hal hal yang lain seperti pengaruh media massa, TV atau Film juga dipandang memiliki sumbangan terhadap munculnya perilaku agresif terhadap pasangannya.Ada banyak latihan mengendalikan amarah/emosi, misalnya dengan Yoga, latihan pernafasan, dll.
Bagaimana kalau dia tidak bisa/tidak mau berubah?
YA, kalau dia tidak berubah juga, berarti keputusan ada pada pasangannya. Apakah mau mengambil resiko dengan terus berhubungan dengan orang seperti itu, atau segera ambil keputusan untuk meninggalkan dia dan cari orang lain yang lebih sehat mentalnya dan sayang pada kita. Kalau pacar kamu tipe cowok beginian, kamu memang harus pikir masak masak deh, apa memang bener dia pria yang kamu cinta? Karena percayalah tidak ada satu orang pun di dunia ini yang berhak menyakiti kamu, atau merasa punya alasan untuk berbuat kasar kepadamu walaupun dia itu pacar kamu yang kamu cintai setinggi langit. Jadi kalau hal ini menimpa kamu, kamu harus yakin bahwa hidupmu adalah milik kamu sendiri, dan keputusan untuk tetap menjalin hubungan sama dia tau tidak, semua tergantung pada dirimu, bukan karena kamu nggak pede, atau karena kamu dipaksa.
Nah buat temen temen cowok hati hati dengan kecenderungan untuk berperilaku kasar, apalagi kalau kalian punya latar belakang seperti yang dijelaskan di atas. Cepet cepet cari bantuan, atau lakukan latihan mengendalikan emosi, supaya tidak menjadi pelaku kekerasan dalam pacaran atau rumah tangga, dan menyakiti orang yang kita sayangi. Kalau nggak, takutnya nanti nggak bakal ada cewek yang mau sama kita lho…
Jatuh Cinta, Berjuta Rasanya
yang bilang bahwa cinta terasa menyesakkan dada sehingga harus diungkapkan kepada pihak yang dijatuhi cinta. Cinta membuat kita berdebar-debar, berkeringat, dan salah tingkah bila berada di dekat Si Dia.Semua itu sebetulnya merupakan fase ketertarikan yang bisa dijelaskan secara psikologis maupun fisiologis. Pada saat kita tertarik pada seseorang, otak kita mengirimkan signal ke tubuh untuk memproduksi hormon tertentu yang akhirnya memunculkan reaksi-reaksi seperti di atas. Siapa yang bisa membuat kita tertarik tentunya sangat dipengaruhi oleh pengalaman pribadi serta bagaimana kita dibesarkan.
Sebagai bagian dari satu paket yang dikenal dengan istilah pubertas, bersamaan dengan adanya perubahan fisik, emosional, dan seksual, remaja juga mulai mengalami perasaan tertarik pada lawan jenis (atau, dalam kasus homoseksual, pada sesama jenis) yang diikuti dengan perasaan jatuh cinta. Hal ini merupakan hal yang normal, walaupun tidak berarti bahwa remaja yang belum pernah jatuh cinta memiliki masalah.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh
Jackson (2001), remaja cenderung jatuh cinta pada orang yang sudah dikenal dengan baik, seperti teman sekolah, teman bermain atau tetangga (yang belakangan ini jarang terjadi di kota-kota besar di mana interaksi antartetangga sangat kurang dibanding di kota kecil). Mengingat besarnya tekanan sebaya bagi remaja, biasanya remaja juga akan jatuh cinta dengan orang-orang yang disetujui oleh sahabat-sahabatnya.Dengan hadirnya internet di dunia kita, maka interaksi kita dengan orang lain juga lebih bervariasi. Yang tadinya berkenalan harus secara fisik (ketemu di sekolah, di jalan, di bus, atau di acara-acara tertentu), sekarang remaja dengan mudahnya berkenalan dengan orang asing melalui chatting di internet, sekaligus juga membuka peluang untuk jatuh cinta. Namun, seperti pernah kita bahas pada Curhat terdahulu, keindahan dunia maya tidak selalu disertai dengan keindahan di dunia nyata. Banyak orang memalsukan identitasnya di internet untuk mengambil manfaat dari lawan ngobrolnya. Hal inilah yang tentu harus kita waspadai.
Cinta pada pandangan pertama
Walaupun film, buku, dan media massa sering menyebut-nyebut tentang cinta pada pandangan pertama, banyak orang yang berpendapat bahwa hal ini hanya membesar-besarkan romantisme dan sangat jarang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Mereka berpendapat bahwa akan sulit mencintai seseorang yang kepribadiannya belum dikenal secara lebih jauh. Ketertarikan memang tidak bisa begitu saja disamakan dengan cinta, mengingat cinta melibatkan emosi yang lebih dalam.Budaya pop, terutama media massa lebih memusatkan perhatian pada cinta romantis, sehingga mempengaruhi banyak orang untuk berpikir bahwa inilah bentuk cinta sejati yang harus dimiliki setiap pasangan. Pada kenyataannya, menurut para pakar, cinta yang romantis hanyalah bagian awal dari sebuah perjalanan panjang, dan banyak orang justru melakukan kesalahan fatal pada tahap ini.Tahap cinta berikutnya, walaupun tidak seintens cinta romantis, biasanya lebih dalam, lebih membahagiakan dan tentu saja lebih terasa aman karena sudah mengenal pasangan dengan lebih baik. Untuk mencapai tahap ini tentunya diperlukan waktu yang lebih lama, karena dalam kurun waktu tertentu itu pasangan bisa saling belajar baik tentang dirinya sendiri maupun pasangannya.
Jatuh cinta pada pandangan pertama dapat menjadi titik tolak dari perjalanan menuju cinta yang lebih jauh. Tapi sekali lagi, hal ini bisa jadi bahaya. Karena pada awalnya kita sering mengira bahwa ketertarikan sama dengan cinta, tidak sedikit remaja yang terpeleset dan menyerahkan segala-galanya kepada pasangannya karena mengira bahwa inilah cinta sejatinya.
Apakah seks sama dengan cinta?
Banyak remaja (terutama remaja putri) yang melakukan hubungan seks bukan karena mereka secara fisik ingin melakukannya, namun hanya karena mereka percaya bahwa mereka perlu memberikan kepuasan seksual kepada si cowok agar tetap mencintai mereka. Mereka berpikir bahwa seks merupakan bukti cinta, mungkin juga karena pasangannya selalu mengatakan hal yang serupa.
Sialnya, pada beberapa kasus, setelah mendapatkan seks, si cowok justru memutuskan hubungan dan menganggap pacarnya “bukan cewek baik-baik”. Hal ini tentu sangat tidak adil bagi si cewek. Kalaupun pada saat melakukan hubungan seks si cowok menggunakan kondom sebagai proteksi terhadap kehamilan dan infeksi menular seksual, masih ada satu hal yang tidak bisa diproteksi, yaitu hati dan perasaan. Tentu ditinggalkan kekasih hati akan terasa sangat sakit, apalagi bila kita sudah merasa menyerahkan segala-galanya bagi sang pacar.
Karena itulah, kita harus berpikir seribu kali sebelum mengatakan “ya” pada hubungan seksual sebelum pernikahan. Pikirkan lagi konsekuensi yang bisa terjadi pada diri kita dan pasangan kita. Jangan mau jadi korban, dan jangan membuat orang lain menjadi korban dari perilaku kita yang tidak bertanggung jawab. Kalau kita memang benar-benar cinta, tentunya kita akan sabar untuk menunggu saat yang tepat untuk melakukan hubungan seks, dan tidak akan dengan mudah mengatasnamakan cinta demi seks.
Nah, teman-teman, kita mesti ingat bahwa masa remaja ini masa belajar, juga dalam hal cinta. Selain menyikapinya dengan wajar, jangan lupa untuk menikmatinya. Jatuh cinta di masa remaja semestinya membawa kesenangan yang sifatnya positif bagi kedua belah pihak. Bikin kita lebih semangat belajar di sekolah dan menatap dunia dengan lebih cerah. Makanya, kalau kamu merasa bahwa pacarmu (atau gaya pacaran kalian) membuatmu nggak happy, apalagi kalau sampai melibatkan kekerasan baik fisik, emosional, maupun seksual, mungkin sudah waktunya untuk meninjau kembali hubungan kalian. Pikir lagi, mau terus atau berhenti di sini saja. Kalau bingung, kamu bisa meminta bantuan orangtua, guru, atau konsultasi ke Youth Center terdekat. Okay?
Selasa, 14 Juli 2009
Tugas Sekolah
1. Telkom Dibagi menjadi berapa Divisi Kerja...???
Jawab: 8
a. Divisi Pelatihan
b. Divisi Property
c. Divisi Sistem Informasi
d. Divisi Atelir
e. Divisi Pembangunan
f. Divisi Network
g. Divisi Multimedia
h. Divisi Riset Teknologi Informasi(RisTi)
2. ada berapakah Divisi Regional di lingkungan PT.TELKOM...???
Jawab : 6
a. DIVRE I, wilayah kerjanya mencakup seluruh Sumatera
b. DIVRE II, wilayah kerjanya mencakup seluruh DKI jakarta dan
sekitarnya(Bogor,TAngerang, Bekasi)
c. DIVRE III wilayah kerjanya meliputi seluruh JAwa Barat
d. DIVRE IV, wilayah kerjanya mencakup seluruh DIY dan Jawa Tengah
e. DIVRE V, wilayah kerjanya mencakup seluruh kalimantan
f. DIVRE VI, wilayah kerjanya mencakup seluruh kawasan Timur Indonesia
3. Apa makna LEBAH dari Motto PT. Telkom...???
Jawab Makna LEBAH dari Motto PT.Telkom adalah:
a. Antena lebah sensitif terhadap segala keadan dan perubahan
b. Mahkota Kemenangan
c. Mata yang tajam Dan cerdas
d. Sayap Lincah dan Praktis
f. Tangan kuning memberikan karya yang terbaik
Sabtu, 11 Juli 2009
Tahapan Pacaran
Pertama, Tahap Ketertarikan.
Kedua, Tahap Ketidakpastian.
Ketiga, Tahap Komitmen And Keterikatan.
Pernah nggak berencana kencan di tempat yang romantis abis and kalo perlu hanya berduaan aja…??? Kalo dah timbul keinginan qita untuk kencan dengan seseorang secara eksklusif, berarti qita dah tiba di level ini. Qita ingin banget dapet kesempatan memberi dan menerima cinta dalam suatu hubungan yang khusus tanpa harus bersaing dengan orang lain. Qita juga ingin lebih rileks dan punya banyak waktu untuk dilewatkan bersamanya. Bahkan kalo bisa qita habisin seluruh energi qita untuk digunakan menciptakan nuansa saling cinta dan hubungan yang harmonis. Ujung-ujungnya nich, qita menginginkan si doi untuk tetep setia ma qita apapun yang terjadi sampai qita mati. Ini bukan sekedar ucapan yang puitis aja lo…., tapi betul-betul harus terjadi. Coz cinta itu nyata and tidak buta….
Keempat, Tahap Keintiman.
Dah di level manakah kalian saat ini???? Dimanpun posisi kalian, nikmatilah C-I-N-T-A itu dengan senang hati and ucapan syukur ma Tuhan.
Selamat menjalani perjalan yang mengesankan di tour C-I-N-T-A. God Bless You.
Jumat, 10 Juli 2009
Cara Melupan Mantan
1. Langkah ini terus terang biasanya sangat sulit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Tergantung seberapa lama dan serius diri kita melihat hubungan cinta sebelumnya. Semakin cepat bias menerima kenyataan betapun buruknya akan semakin cepat kamu bias memulainya kembali.
TiPs CaRa MeLuPaKan ManTaN
Hai,, guys??? Pa Kabarnya kalian??? Smoga ja kalian baek” ja… Oiya,, pada kali ini gw mau bagi” tipz untuk kalian smua… Dibaca ya ampe abiz….
Mantan,,mantan… Emg,, susah ya klo qt tlalu cinta sama seseorang… N akhirnya hubungan qt beraakhir ditengah jalan.. Ugh,, pasti menyakitkan banget… Tiap hari pasti tkenang sm mantan qt… RasaY mw nangis trus,, mw sedih trus,, g nafsu buat ngapa”in…
Eitz,,, sedihnya jangan trus”an donk… Live must go on… Klo putuz jgn minum baygon… hehehe… sekarang,, wktu kalian untuk bangkit kembali…. n klo masih inget ma mantan,, kalian smua bisa terapin tipz gw ini….
1. Cerita”
Kamu bisa sharing ma sahabat kamu.. Cerita semuanya tentang unek-unek kamu… Biar kamu lega,, ato bagi kamu yg g biasa cerita ma orang laen,, kmu bisa menulis di kertas,, tumpahkanlah semua kekesalan kamu biar kamu lega… Setelah kamu puas,, n sekarang waktu kamu untuk melupakan dia…
2. Komunikasi Putus
Yupz,, jangan pernah hubungin lagi mantan qt.. Hapus semua no telepon mantan qt.. Sehingga kamu g bisa ingat lagi ma dy…
3. Simpan barang-barang yg berkaitan dg mantan” kalian
Setelah,, mhapus smua telp mantan,, simpan jg barang” yg akan mengingatkanmu ma mantan… Taruh semuanya dalam satu kotak,, truz kmu taruh di tempat yg tdk tlihat,, bisa kalian taruh di gudang or tempat lainnya yg tdk terjangkau oleh matamu… Ato yg lbh bagus lagi,, kamu sumbangin ja tuh ke panti asuhan or org laen yg lebih membutuhkan… Oiya,, termasuk foto” mantan kamu,, buang ja jauh”… N jgn lupa menghapus foto yg ada di hp kalian smua… Dengan begitu kamu jd bs sedikit bebas dari bayangan mantan kalian…
4. Hindari semua lokasi yg pernah menjadi tempat kenanganmu ma mantan
Jangan pernah ke tempat yg punya kenangan ma mantanmu.. Klo itu,, merupakan tempat hang-outnya kalian.. Jangan pernah ke sana lagi…
5. Ingat smua kejelekan dan kejahatannya
Klo perlu kamu buat daftar kejelekan n kejahatan mantan kmu… Truz,, tiap kamu ingat ma dy,, kmu langsung ingat juga kejelekan dan kejahatannya..
6. G usah ketemu ma temen”,, keluarganya,, dan semua orang yg deket ma dy
Dengan cara seperti itu,, kamu bisa lebih jauh ma mantan kamu.. Klo temen mantan kamu adlh temenmu juga,, bilang ma temenmu itu klo kalian udah putuz n bilang juga jangan ungkit” ttg dy di depan kamu…
7. Jangan pernah cari” berita tentang dia
Wah ini yg sering dilakukan oleh semua orang,, keingintahuan yg bisa menyebabkan qt tambah terpuruk… Lah,, tar klo pacar kamu uda pacaran lagi,, n kamu g terima,, kamu jd tambah sedih… Makanya,, stop pbuatanmu untuk mencari berita ttg dy
8. Cari” kegiatan sebanyak-banyaknya
Klo kamu g da kegiatan,, kamu akan lebih sering melamun,, n akhirnya ingat lagi de ma mantan kamu… Makanya,, guyz,, kalian cari kegiatan n benamkan diri kamu pada kegiatan itu… Bisa dg cara belajar yg rajin,, biar prestasimu jd tambah bagus n cemerlang.. ato baca buku,, biat blog kayak gw,, or apalah… Tapi,, inget… Carilah kegiatan yg positif… N’ jgn pernah sekali” untuk mencoba narkoba or obat” laen biar kamu tenang.. eitz,, itu akan merugikan mu loh… Kasihan badan kamu,,,
9. Cari pacar baru
Klo udah putus ya cari yg laen… Jangan patah semangat,,guyz…!! Patah satu tumbuh seribu,, putus satu ya cari lagi dunkz… Yakinlah masih banyak orang di dunia ini yg sangat sayang ma kamu,, ada suatu kalimat yg bisa kamu renungkan… “ KiTa aKan BeRtEMu oRang yG SaLah TeRLeBih DaHuLu,, BaRu yg BeNer “… So,, klo kita putus itu berati dia bukan jodoh kita….
Semoga,, dengan tipz” yang gw kasih ke kamu,, kamu bisa lebih baik,, n bisa melupakan mantan kamu… Oiya,, terakadang kita tidak menyadari bahwa orang yg cocok untuk kita ada di dekat kita… So,, buka mata,, buka telinga,, n buka hati kamu…. Jangan Sedih lagi yakz…!!!
Kegiatan Magang Tgl 02 July 09:
sampai dikantor td ,, du2k2 terus dipanggil pak suyut buat ngerjain sampling klojen gadang 09,
sampai di mdf belum berapa menit langsung di ajak pak hari ,,pak hamid,,pak ithong ke datel...hohohoh..langsung ikut ae,,tapi kami nunggu di warung samping warung 22,,,ngeteh,,ngekopi,,bahkan kami mkan dtraktir pak hamid,,selesai makan,,kami pergi ke STO 3 di klojen,,kami ke gudang ngambil jumper n lain2,,d sna kami ketemu de2n n aldin di mdf,,d ejekin cie,,ktemu ma pcrnya lah,,kmi blg ae,,mn ada,,
terus kami plang ke malang kota,,sampai dsana,,udh jam stgh 12,,kami pun istirahat terus kami ke bank mandiri bareng ma pak ithong,,pak hari n mas andri yg mau mkn,,,terus selesai k bank kami di traktir makan ge,,hehehe....makmur2...
setelah itu kami balik keruang mdf,,,
ternyata setelah du2k n ngerjain tgs dri pak suyut dtang org dri datel pcan golongan mas dimaz,,,ternyata dtg,,hohohoh,,,di olokin trus de hri ne,,,mpe gk brni ngeliat mukanya de,,,,dy nya cuma ktawa2 z,,,
ya ampun,,,,cakep bgt,,,,,hoho...jarang2 dy ke mdf,,,hohohoh
de malu jd td to druang janm az ma tia n mas indra,,,terus td jam 3 an kami ikt mas andri cari kost,,terus plangnya dsna kami ketemu ma org2 speedy yg mw manjat tower,,de pgen ikt,,diajak tuch ma mreka,,tp gk dblehin,,keren loh,,,..
de pgen ikt naik tower,,
terus pas org pcan pulang de di olokin ge,,ktanya ayo ikut ayunda kta bpanya tuch,,,gak kta de,,lalu kta mas dimaznya,,masih muat 1 neh,,,hohohoh...cakepnya ya tuhan...
terus kami di ruang janm mpe gak krasa jam 1/2 5 ,,,kami plg jam 5 krg 10,,,,,
Ciuman di mata Islam
Itu baru Dari sudut kesehatan.?? Ada aspek lain yang harus jadi pertimbangan.?? Malah inilah yang harus dijadikan sebagai standar dalam menentukan sesuatu.?? Apa itu??? Pandangan Islam terhadap suatu masalah tertentu, dalam hal ini adalah ciuman. Sebagai seorang muslim, tentu kita harus cermat dalam menilai suatu perbuatan yang akan kita lakukan.?? Karena di dalam Islam segala aktivitas harus didasarkan kepada aturan-aturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Khaliq yaitu Allah SWT.?? Supaya kita tidak salah menentukan sikap.
Islam sudah memililki aturan tentang pergaulan antar manusia yang berjenis laki-laki dan perempuan.?? Kalau kamu sedang melaju di jalan raya mengendarai sepeda motor misalnya, kamu harus memperhatikan aturan lalu lintas supaya tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, juga tidak kena tilang pak polisi.?? Demikian juga perjalananmu dalam pergaulan dengan teman sebayamu.?? Dalam Al Qur’an Surat Al A’raf ayat 32 Allah SWT berfirman yang artinya: “Janganlah kamu mendekati zina…….”.?? Mendekati zina saja tidak boleh, apalagi melakukannya.?? Itu yang bisa kita tangkap dari perimngatan Allah SWT.?? Dengan kata lain, hal-hal atau aktivitas yang mendekatkan atau bisa menjerumuskan, atau menggoda kita ke arah zina adalah juga terlarang alias haram.?? Nah, salah satu hal yang berpotensi untuk menghantarkan ke arah maksiat tadi adalah aktivitas ciuman.?? Nggak heran kalau kemudian Aa Gym berkomentar bahwa judul film BCG tadi sama saja dengan Buruan Zinahi gue.?? Islam telah mengatur bagaimana lak-laki dan perempuan menjaga pergaulannya. Mereka harus saling menundukkan pandangan, tidak boleh berdua-duaan tanpa mahrom. Dan tentu saja berciuman adalah hal yang dilarang oleh Islam bila belum?? sah sebagai suami-istri.
Tapi ada juga lho ciuman yang tidak terlarang dalam agama kita, tentunya bila udah resmi jadi suami-istri, karena untuk berjalan ke jenjang tersebut diperlukan suatu process ‘keridho-an’ antara keduanya, untuk bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing (termasuk juga penyakit masing-masing kalo ada).
Selain ciuman antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya, ciuman antara keluarga atau yang masih mahromnyapun kudu di jaga, perhatikan kesehatannya sebelum mencium, lebih baik mencium di dahi/keningnya untuk cari aman. Biasanya kita suka?? gemes sama anak kecil, trus jadi pengen menciumnya, jangan sampai kegemesan menjadikan kita lupa untuk menjaga kesehatan.
Nah, rekan sobat muda, Jelaslah kini bagaimana aktivitas ciuman dari sudut pandang kesehatan maupun aturan Islam.?? Kesimpulannya, kalau ingin sehat dan selamat dunia akhirat, tinggalkan ciuman yang terlarang.?? Mari hidup sehat sesuai dengan?? syariat.
Kegitan Magang Tgl 01 July 09:
Hari ne de dtg ke kantor jam 08.05 WIB.. sampai druang mdf de ma tia langsung d ajak mas andri ke rumah ortunya ngambil nasi tumpeng,,untuk acara silahturahmi soalnya pak ida n pak win pensiun,,
sekitar jam stgh 10 acra di mulai,,awal acra becanda2,,terus mkan2,,,setelah itu selesai kami ke ruang pak suyut untuk tanya pa kah kami 3 bln di mlg kota z,,,ktanya iy,,,ywdh...
terus kami melakukan pekerjaan seperti biasa,,,yaitu membantu pak hari,,pak hamid(o ya ,,pak hamid dtg loh),,bantu mas andri,,,dll..
Kegiatan Magang Tgl 30 Juni 09:
terus sampai di kantor ketemu pak suyut n disuruh mengecek usage pelanggan soalnya bpak nya mau ke datel ada pertemuan,,,byk bgt,,,td awalnya dea ma tia tp berikutnya dea sendiri soalnya tia jaga ruang mdf,,ruang mdf kosong pak andoko pergi tadi,,udah ae de kerjain sampai sekitar jam 11 an...
pas ada tia td de ceritanya sebagai bos,,gayanya gak nahan,,,udh kaya bos beneran,,sambil makan keripik lagi,,jd de blg ae,,,1 z lg yang kurang teh hangat,,,langsung kami ketawa...terus tia ke ruang mdf mau ngambil hp n blg ma mas indra mau ngeliat bos baru gak ,,langsung ae mas indra keruangan pak suyut n disorakinya,,,terus de blg kurang teh hangatnya,,,langsung dbawakan teko,,langsung ae kami ketawa semuanya..
terus de ngerjain pekerjaan to sampai selesai,,terus de balik ke ruang mdf,,,disana de buka IT_BATTLE n membaca sesuatu yang sakit hati,,sejak de baca itu de seharian langsung jadi pendiam,,istirahat kami gak mam soalnya de gak da selera , padahal diajakin ma semuanya,,setelah itu de jadi pendiam,,,sampai2 mas andri,,mas indra,,pak hari ,,n pak ithong blang hari ne de pendiam e,,pasti ada masalah kan,,,de blg gak,,,segala diblg kangen rumah lah,,pokonya macam2,,
macam2 cara juga mereka membuat lelucon supaya de mau ketawa,,,tpi de ge gak mood,,jd gak ketawa ae,,de ketawa pas denger pak hari cerita tentang kelakuan mas andri yang senam lantai itu,,itu de ketawa bgt,,terus di ejekin pak ithong ,,de ne bsanya cuma senyum az,,,gak ketawa,,,biasanya ketawa,,hari ne sunyi,,,terus disuruh minum obtlah,,disuruh tidur lah,,disuruh pulang lah,,macam2 dah...badan de anget,,,udh di rayu mas indra tetap az de gak ketawa td to,,soalnya ge gak mood,,de juga ge sakit hati dengan perkataan seorg sahabat baik de di internet itu,,,padahal awalnya dia ngedung tapi tba2 dia menjatuhkan,,,
de plang jam 16.20WIB disuruh pak ithong n mas andri segala,,ya udh ae de pulang ma tia,,,sampai di datel de nunggu mereka gita bentr n tia duluan,,
Pacaran Dalam Islam 4
Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil
mursalin, wa ba`du,
Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan
batasannya tidak sama
buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu
kami tidak akan
menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.
I. Tujuan Pacaran
Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman
bicara, atau lebih
jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang
menjadikan masa pacaran
sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.
Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan.
Banyak diantara pemuda
dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi
kedewasaan, usia,
kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka
sangat belum siap.
Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa
penjajakan, media
perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua
itu dilakukan
karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian
norma di tengah
masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan
yang sedang pacaran
itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena
yang wajar dan
dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.
II. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?
Lepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang
diluar dugaan.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan
mahasiswa sekarang ini
cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bukan sekedar kencan,
jalan-jalan dan berduaan,
tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh
secara langsung sudah
merupakan hal yang biasa terjadi.
Sehingga kita juga sering mendengar istilah "chek-in", yang awalnya adalah
istilah dalam dunia
perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali
berfungsi sebagai
tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan
tidak syah lainnya.
Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat
beberapa hotel dengan
memberi kesempatan chek-in secara short time, yaitu kamar yang disewakan secara
jam-jaman untuk
ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah.
Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang
melakukan chek-in itu
suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.
Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga
sering dilakukan di
dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Maka para
pelajar dan mahasiswa
bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka
sendiri tanpa
kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya.
Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh
pasangan mahasiswa
dan orang dewasa, namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah
pertama (SLTP) juga
terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan
hubungan pacaran
sebagai legalisasi kesempatan berzina. Dan terbukti dengan maraknya kasus
`hamil di luar nikah`
dan aborsi ilegal.
Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Maka
jelaslah bahwa praktek
pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh
sistem hukum di negeri
ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan
penjajah, zina adalah hak
asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina,
tidak bisa dituntut
secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa
AIDS, para
pelakunya justru akan diberi simpati.
III. Pacaran Dalam Pandangan Islam
a. Islam Mengakui Rasa Cinta
Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang
memiliki rasa
cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada
wanita (lawan jenis)
dan lain-lainnya.
`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:
wanita-wanita,
anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan,
binatang-binatang ternak dan
sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik
.`(QS. Ali Imran :14).
Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan
perlakuan yang
baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah
penuh dengan
tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi
kewajibannya untuk
memperlakukannya dengan cara yang paling baik.
Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang
paling baik
terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap
istriku`.
b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal
Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala
ikatan di antara
mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya
bukan sebuah cinta,
melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak
mungkin sekedar
diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji
muluk-muluk lewat SMS,
chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan
pernyataan tanggung-jawab
yang disaksikan oleh orang banyak.
Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan,
melainkan kepada
ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan
berikrar dan melakukan
ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping
hidupnya, mencukupi
seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan
`mengambil alih`
kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.
Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia
telah menjadi
suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah
seorang laki-laki
itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali.
Beraninya hanya
menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi "the real man".
Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya
kontak-kontak yang
mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks.
Sedangkan di luar nikah,
Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya
monopoli agama Islam
saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen
yang dulunya adalah
agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi
yang paling pokok,
akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan
perbuatan yang
menyerampet kesana.
Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan
praktek pacaran dengan
pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu
jauh dari agama.
Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene
masih sangat kental
dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah
dilanda degradasi
agama.
Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan
permisifisme ini. Sehingga
kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam,
tentu kita tidak
melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini
juga terjadi pada
agama lain, bahkan justru lebih parah.
c. Pacaran Bukan Cinta
Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya
sangat sulit untuk
mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain.
Sebab sebuah cinta
sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di
suatu kesempatan
tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan
dengan janji bertemu
langsung.
Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang
terjadi adalah kencan
dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan
diakui. Juga tidak ada
ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang
kesetiaan dan seterusnya.
Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga
kesetiaan. Dalam
format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa
pacaran itu sangat
berbeda dengan cinta.
d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan
Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan
penjajakan, atau
perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah
anggapan yang benar.
Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya
atas data yang
diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.
Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas
tentang apa saja
yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria
yang terkenal itu.
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena
4 hal : [1]
hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka
perhatikanlah agamanya kamu
akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim
Kitabur-Radha` Bab
Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)
Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih
pasangan hidup untuk
mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung
oleh yang
bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga
menjadi sangat penting.
Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf. Jauh lebih bermanfaat
dan objektif
ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan
adalah menampilkan
sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang
terbaik, bermake-up,
berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya
dalam berumah tangga
tidak lagi demikian kondisinya.
Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana
terbaik dan juga lebih
sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan.
Bahkan rumah yang
mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi
sebelumnya. Setelah menikah
mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana
romantis saat pacaran.
Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam
kehidupan sehari-hari
mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur,
sebaliknya bisa dikatakan
sebuah penyesatan dan pengelabuhan.
Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun
segera mengurus
perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran
bertahun-tahun dan
membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan
ajang kencan saja.
Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Kamis, 09 Juli 2009
Pacaran Dalam Islam 3
Islam Kok Pacaran
oleh Aliman Syahrani
Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah
Selama ini tempaknya belum ada pengertian
Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).
Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?
Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik !
Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).
Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."
Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !
Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.
Pacaran dalam Islam 2
Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga’ ya? Bahaya ngga’ ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?
Memiliki rasa cinta adalah fitrah
Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya…… dahsyat man…… yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe’ akhirnya……. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti’in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak …. dukun pun ikut bertindak.
Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah). Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu :
Gharizatul baqa’ (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.
Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah.
Gharizatun nau’ (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.
Pacaran dalam perspektif islam
In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32)
Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So….kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.
Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu seta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).
Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).
Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak merangsang para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).
Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).”
Wallahu A’lam bish-Showab
Oleh: Buletin Dakwah Remas RIHLAH SMU N I Sooko, edisi 6, 1421 H
Disalin dari Lembar Buletin Dakwah BINTANG (2)
Pacaran Dalam Islam
1. Hukum pacaran itu bagaimana sih? ….
2. Saya ingin tanya tentang pergaulan antara pria dan wanita menurut syariat islam! dan bagaimana hukumnya apabila tidak berpacaran namun bergaul dengan pria lain dan pria itu timbul perasaan terhadap kita walaupun kita tidak ingin dikatakan berpacaran dengan pria itu walaupun wanitanya lama-lama juga timbul perasaan tertarik pada pria tersebut? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya! …
3. Saya muslimah ingin menyakan tentang hukum pacaran saya pernah dengar katanya pacaran itu haram lalu bagi cowok untuk mengetahui sifat/karakter pujaannya bisa mengirim saudaranya untuk mengetahui nya(mohon koreksinya), lalu bagaimana dengan cewek? apakah juga perlu mengirimkan saudaranya untuk mengetahui sifat cowok pujaanya? …
Jawaban:
Dalam Islam, hubungan antara pria dan wanita dibagi menjadi dua, yaitu hubungan mahram dan hubungan nonmahram. Hubungan mahram adalah seperti yang disebutkan dalam Surah An-Nisa 23, yaitu mahram seorang laki-laki (atau wanita yang tidak boleh dikawin oleh laki-laki) adalah ibu (termasuk nenek), saudara perempuan (baik sekandung ataupun sebapak), bibi (dari bapak ataupun ibu), keponakan (dari saudara sekandung atau sebapak), anak perempuan (baik itu asli ataupun tiri dan termasuk di dalamnya cucu), ibu susu, saudara sesusuan, ibu mertua, dan menantu perempuan. Maka, yang tidak termasuk mahram adalah sepupu, istri paman, dan semua wanita yang tidak disebutkan dalam ayat di atas.
Uturan untuk mahram sudah jelas, yaitu seorang laki-laki boleh berkhalwat (berdua-duaan) dengan mahramnya, semisal bapak dengan putrinya, kakak laki-laki dengan adiknya yang perempuan, dan seterusnya. Demikian pula, dibolehkan bagi mahramnya untuk tidak berhijab di mana seorang laki-laki boleh melihat langsung perempuan yang terhitung mahramnya tanpa hijab ataupun tanpa jilbab (tetapi bukan auratnya), semisal bapak melihat rambut putrinya, atau seorang kakak laki-laki melihat wajah adiknya yang perempuan. Aturan yang lain yaitu perempuan boleh berpergian jauh/safar lebih dari tiga hari jika ditemani oleh laki-laki yang terhitung mahramnya, misalnya kakak laki-laki mengantar adiknya yang perempuan tour keliling dunia. Aturan yang lain bahwa seorang laki-laki boleh menjadi wali bagi perempuan yang terhitung mahramnya, semisal seorang laki-laki yang menjadi wali bagi bibinya dalam pernikahan.
Hubungan yang kedua adalah hubungan nonmahram, yaitu larangan berkhalwat (berdua-duaan), larangan melihat langsung, dan kewajiban berhijab di samping berjilbab, tidak bisa berpergian lebih dari tiga hari dan tidak bisa menjadi walinya. Ada pula aturan yang lain, yaitu jika ingin berbicara dengan nonmahram, maka seorang perempuan harus didampingi oleh mahram aslinya. Misalnya, seorang siswi SMU yang ingin berbicara dengan temannya yang laki-laki harus ditemani oleh bapaknya atau kakaknya. Dengan demikian, hubungan nonmahram yang melanggar aturan di atas adalah haram dalam Islam. Perhatikan dan renungkanlah uraian berikut ini.
Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).
“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31).
Menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak dilepas begitu saja tanpa kendali sehingga dapat menelan merasakan kelezatan atas birahinya kepada lawan jenisnya yang beraksi. Pandangan dapat dikatakan terpelihara apabila secara tidak sengaja melihat lawan jenis kemudian menahan untuk tidak berusaha melihat mengulangi melihat lagi atau mengamat-amati kecantikannya atau kegantengannya.
Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua teling zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhazrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisasi) oleh kelamin atau digagalkannya.” (HR Bukhari).
Rasulullah saw. berpesan kepada Ali r.a. yang artinya, “Hai Ali, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya! Kamu hanya boleh pada pandangan pertama, adapun berikutnya tidak boleh.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Tirmidzi).
Al-Hakim meriwayatkan, “Hati-hatilah kamu dari bicara-bicara dengan wanita, sebab tiada seorang laki-laki yang sendirian dengan wanita yang tidak ada mahramnya melainkan ingin berzina padanya.”
Yang terendah adalah zina hati dengan bernikmat-nikmat karena getaran jiwa yang dekat dengannya, zina mata dengan merasakan sedap memandangnya dan lebih jauh terjerumus ke zina badan dengan, saling bersentuhan, berpegangan, berpelukan, berciuman, dan seterusnya hingga terjadilah persetubuhan.
Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”
Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”
Di dalam kitab Dzamm ul Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan dari Abu al-Hasan al-Wa’ifdz bahwa dia berkata, “Ketika Abu Nashr Habib al-Najjar al-Wa’idz wafat di kota Basrah, dia dimimpikan berwajah bundar seperti bulan di malam purnama. Akan tetapi, ada satu noktah hitam yang ada wajahnya. Maka orang yang melihat noda hitam itu pun bertanya kepadanya, ‘Wahai Habib, mengapa aku melihat ada noktah hitam berada di wajah Anda?’ Dia menjawab, ‘Pernah pada suatu ketika aku melewati kabilah Bani Abbas. Di sana aku melihat seorang anak amrad dan aku memperhatikannya. Ketika aku telah menghadap Tuhanku, Dia berfirman, ‘Wahai Habib?’ Aku menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.’ Allah berfirman, ‘Lewatlah Kamu di atas neraka.’ Maka, aku melewatinya dan aku ditiup sekali sehingga aku berkata, ‘Aduh (karena sakitnya).’ Maka. Dia memanggilku, ‘Satu kali tiupan adalah untuk sekali pandangan. Seandainya kamu berkali-kali memandang, pasti Aku akan menambah tiupan (api neraka).”
Hal tersebut sebagai gambaran bahwa hanya melihat amrad (anak muda belia yang kelihatan tampan) saja akan mengalami kesulitan yang sangat dalam di akhirat kelak.
“Semalam aku melihat dua orang yang datang kepadaku. Lantas mereka berdua mengajakku keluar. Maka, aku berangkat bersama keduanya. Kemudian keduanya membawaku melihat lubang (dapur) yang sempit atapnya dan luas bagian bawahnya, menyala api, dan bila meluap apinya naik orang-orang yang di dalamnya sehingga hampir keluar. Jika api itu padam, mereka kembali ke dasar. Lantas aku berkata, ‘Apa ini?’ Kedua orang itu berkata, ‘Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan zina.” (Isi hadis tersebut kami ringkas redaksinya. Hadis di ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim).
Di dalam kitab Dzamm ul-Hawa, Ibnul Jauzi menyebutkan bahwa Abu Hurairah r.a. dan Ibn Abbas r.a., keduanya berkata, Rasulullah saw. Berkhotbah, “Barang siapa yang memiliki kesempatan untuk menggauli seorang wanita atau budak wanita lantas dia melakukannya, maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan akan memasukkan dia ke dalam neraka. Barang siapa yang memandang seorang wanita (yang tidak halal) baginya, maka Allah akan memenuhi kedua matanya dengan api dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam neraka. Barang siapa yang berjabat tangan dengan seorang wanita (yang) haram (baginya) maka di hari kiamat dia akan datang dalam keadaan dibelenggu tangannya di atas leher, kemudian diperintahkan untuk masuk ke dalam neraka. Dan, barang siapa yang bersenda gurau dengan seorang wanita, maka dia akan ditahan selama seribu tahun untuk setiap kata yang diucapkan di dunia. Sedangkan setiap wanita yang menuruti (kemauan) lelaki (yang) haram (untuknya), sehingga lelaki itu terus membarengi dirinya, mencium, bergaul, menggoda, dan bersetubuh dengannya, maka wanitu itu juga mendapatkan dosa seperti yang diterima oleh lelaki tersebut.”
‘Atha’ al-Khurasaniy berkata, “Sesungguhnya neraka Jahanam memiliki tujuh buah pintu. Yang paling menakutkan, paling panas, dan paling bisuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang melakukan perbuatan tersebut setelah mengetahui hukumnya.”
Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala, yaitu seorang hamba berzina dengan istri tetangganya yang muslim. Dengan demikian, dia telah menjadi pezina dan merusak istri seorang lelaki muslim.” Kemudian, Ali r.a. berkata lagi, “Sesungguhnya akan dikirim kepada manusia sebuah aroma bisuk pada hari kiamat, sehingga semua orang yang baik maupun orang yang buruk merasa tersiksa dengan bau tersebut. Bahkan, aroma itu melekat di setiap manusia, sehingga ada seseorang yang menyeru untuk memperdengarkan suaranya kepada semua manusia, “Apakah kalian tahu, bau apakah yang telah menyiksa penciuman kalian?” Mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak mengetahuinya. Hanya saja yang paling mengherankan, bau tersebut sampai kepada masing-masing orang dari kita.” Lantas suara itu kembali terdengar, “Sesungguhnya itu adalah aroma alat kelamin para pezina yang menghadap Allah dengan membawa dosa zina dan belum sempat bertobat dari dosa tersebut.”
Bukankah banyak kejadian orang-orang yang berpacaran dan bercinta-cinta dengan orang yang telah berkeluarga? Jadi, pacaran tidak hanya mereka yang masih bujangan dan gadis, tetapi dari uisa akil balig hingga kakek nenek bisa berbuat seperti yang diancam oleh hukuman Allah tersebut di atas. Hanya saja, yang umum kelihatan melakukan pacaran adalah para remaja.
Namun, bukan berarti tidak ada solusi dalam Islam untuk berhubungan dengan nonmahram. Dalam Islamdalam lembaga perkawinan melalui sistem khitbah/lamaran dan pernikahan. hubungan nonmahram ini diakomodasi
“Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).
Selain dua hal tersebut di atas, baik itu dinamakan hubungan teman, pergaulan laki perempuan tanpa perasaan, ataupun hubungan profesional, ataupun pacaran, ataupun pergaulan guru dan murid, bahkan pergaulan antar-tetangga yang melanggar aturan di atas adalah haram, meskipun Islam tidak mengingkari adanya rasa suka atau bahkan cinta. Anda bahkan diperbolehkan suka kepada laki-laki yang bukan mahram, tetapi Anda diharamkan mengadakan hubungan terbuka dengan nonmahram tanpa mematuhi aturan di atas. Maka, hubungan atau jenis pergaulan yang Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda adalah haram. Kalau masih ingin juga, Anda harus ditemani kakak laki-laki ataupun mahram laki-laki Anda dan Anda harus berhijab dan berjilbab agar memenuhi aturan yang telah ditetapkan Islam.
Hidup di dunia yang singkat ini kita siapkan untuk memperoleh kemenangan di hari akhirat kelak. Oleh karena itu, marilah kita mulai hidup ini dengan bersungguh-sungguh dan jangan bermain-main. Kita berusaha dan berdoa mengharap pertolongan Allah agar diberi kekuatan untuk menjalankan perintah dan meninggalkan larangan-Nya. Semoga Allah menolong kita, amin.
Adapun pertanyaan berikutnya kami jawab bahwa cara mengetahui sifat calon pasangan adalah bisa tanya secara langsung dengan memakai pendamping (penengah) yang mahram. Atau, bisa melalui perantara, baik itu dari keluarga atau saudara kita sendiri ataupun dari orang lain yang dapat dipercaya. Hal ini berlaku bagi kedua belah pihak. Kemudian, bagi seorang laki-laki yang menyukai wanita yang hendak dinikahinya, sebelum dilangsungkan pernikahan, maka baginya diizinkan untuk melihat calon pasangannya untuk memantapkan hatinya dan agar tidak kecewa di kemudian hari.
“Apabila seseorang hendak meminang seorang wanita kemudian ia dapat melihat sebagian yang dikiranya dapat menarik untuk menikahinya, maka kerjakanlah.” (HR Abu Daud).
Hal-hal yang mungkin dapat dilakukan sebagai persiapan seorang muslim apabila hendak melangsungkan pernikahan.
1. Memilih calon pasangan yang tepat.
2. Diproses melalui musyawarah dengan orang tua.
3. Melakukan salat istikharah.
4. Mempersiapkan nafkah lahir dan batin.
5. Mempelajari petunjuk agama tentang pernikahan.
6. Membaca sirah nabawiyah, khususnya yang menyangkut rumah tangga Rasulullah saw.
7. Menyelesaikan persyaratan administratif sesui dengan peraturan daerah tempat tinggal.
8. Melakukan khitbah/pinangan.
9. Memperbanyak taqarrub kepada Allah supaya memperoleh kelancaran.
10. Mempersiapkan walimah.